Platform edukasi kesehatan yang membahas alat medis, perawatan pasien, dan informasi seputar hemodialisa. Dikelola oleh Lumintu Aneka Sumber sebagai bentuk kontribusi dalam penyebaran informasi medis yang terpercaya dan mudah dipahami masyarakat.

Selasa, 21 Oktober 2025

Gangguan Ginjal Akut (GGA) – Difinisi dan Klasifikasi

 

ginjal akut gangguan hemodialisis
Gangguan Ginjal Akut (GGA)

Ginjal — terutama bentuk gangguan akut yang sering dinyatakan sebagai Ganguan Ginjal Akut (GGA) — merupakan kondisi medis yang memerlukan pengenalan cepat, klasifikasi tepat, dan intervensi yang terkoordinasi. Artikel ini bersifat edukatif dan persuasif untuk membantu Dokter, Pengurus Rumah Sakit, Direktur Rumah Sakit, Perusahaan Kesehatan, Tenaga Medis, pasien, dan masyarakat umum memahami definisi, klasifikasi, cara menilai penurunan fungsi ginjal, serta peran Terapi Pengganti Ginjal (TPG) termasuk Hemodialisis dan Alat Hemodialisa.

Definisi Gangguan Ginjal Akut (GGA)

Definisi Gangguan Ginjal Akut (GGA) — atau dalam istilah internasional Acute Kidney Injury (AKI) — didefinisikan sebagai penurunan mendadak fungsi ginjal yang tercermin melalui peningkatan kreatinin serum atau penurunan produksi urine dalam jangka waktu singkat. GGA dapat bersifat reversibel jika penyebabnya cepat dikenali dan ditangani, namun bila terlambat dapat menyebabkan komplikasi berat dan kebutuhan Terapi Pengganti Ginjal (TPG). Definisi klinis standar yang digunakan secara luas mengandalkan perubahan kreatinin serum dan output urine untuk menetapkan diagnosis dan derajat keparahan. 

Mengapa penting mengenali Gangguan Ginjal Akut (GGA)?

mesin hemodialisaGGA meningkatkan morbiditas dan mortalitas terutama pada pasien kritis;  deteksi dini memungkinkan pengobatan penyebab (hipovolemia, obstruksi, nefrotoksin) dan pengurangan kebutuhan jangka panjang akan Hemodialisis. Selain itu, manajemen yang tepat dapat mencegah progresi menjadi penyakit ginjal kronik. 

Klasifikasi Gangguan Ginjal Akut (GGA)

Sistem staging (tahap) GGA

Klasifikasi GGA diterapkan untuk menentukan derajat keparahan dan membantu keputusan terapeutik. Sistem yang paling banyak digunakan (KDIGO) membagi GGA menjadi 3 tahap berdasarkan kenaikan kreatinin relatif terhadap nilai dasar dan/atau penurunan keluaran urine:

  • Stage 1: Kenaikan kreatinin ≥0.3 mg/dL dalam 48 jam atau 1.5–1.9 × baseline; atau oliguria (output urine <0.5 mL/kg/jam selama 6–12 jam).

  • Stage 2: Kenaikan kreatinin 2.0–2.9 × baseline; atau oliguria >12 jam.

  • Stage 3: Kenaikan kreatinin ≥3 × baseline atau kreatinin serum ≥4.0 mg/dL; atau kebutuhan dialisis; atau oliguria ≥24 jam.
    Klasifikasi ini penting untuk menentukan prognosis dan waktu pertimbangan untuk intervensi seperti Terapi Pengganti Ginjal. 

Klasifikasi etiologis: prerenal, renal (intrinsik), dan postrenal

Selain staging, penyebab GGA dikategorikan menjadi:

  • Prerenal: penurunan perfusi ginjal (hipovolemia, sepsis, gagal jantung).

  • Renal/intrinsik: kerusakan parenkim ginjal (nefritis, nekrosis tubular akut akibat toksin atau iskemia).

  • Postrenal: obstruksi saluran kemih (batu, tumor, prostat).
    Identifikasi tipe membantu menentukan tindakan korektif cepat sehingga dapat meminimalkan kerusakan permanen.

Menentukan Penurunan Laju Filtrasi Glomelurus (LPG)

Penurunan fungsi ginjal sering diukur sebagai penurunan Laju Filtrasi Glomerulus (LPG / GFR). Pada kondisi kronis, LPG dapat diestimasi dengan formula eGFR (mis. CKD-EPI) yang menggunakan kreatinin, usia, jenis kelamin, dan faktor lain untuk memberikan angka estimasi fungsi filtrasi. Namun pada GGA, perubahan cepat membuat eGFR kurang akurat jika kreatinin berubah dalam waktu singkat; oleh karena itu diagnosis dan staging GGA tetap mengandalkan dinamika kreatinin serum dan output urine ketimbang perhitungan eGFR statis. Untuk tujuan skrining dan tindak lanjut setelah keadaan akut stabil, perhitungan eGFR tetap berguna. 

Praktisnya:

  • Amati perubahan kreatinin cepat (mis. kenaikan ≥0.3 mg/dL dalam 48 jam) dan/atau oliguria.

  • Gunakan eGFR untuk orientasi fungsi ginjal pada fase stabil atau untuk menilai recovery dan risiko CKD setelah episode akut.

Terapi Pengganti Ginjal (TPG)

Terapi Pengganti Ginjal (TPG) mencakup modalitas yang menggantikan fungsi filtrasi ginjal sementara, termasuk Hemodialisis (intermittent hemodialysis/IHD), continuous renal replacement therapy (CRRT), dan metode lain seperti SLED. Indikasi memulai TPG biasanya berdasarkan komplikasi yang mengancam jiwa atau tidak respons terhadap terapi konservatif:

  • Refrakter hiperkalemia (K+ tinggi yang tidak merespon terapi),

  • Asidosis metabolik berat yang tidak terkontrol,

  • Overload cairan yang menyebabkan gagal jantung/edema paru dan tidak merespon diuretik,

  • Komplikasi uremik (ensefalopati uremik, perdarahan uremik),

  • Beberapa kasus intoxikasi obat yang dapat didialisis. 

Peran Alat Hemodialisa (mesin dan akses) sangat krusial: kualitas mesin, protokol sterilitas, dan tenaga terlatih menentukan hasil klinis. Untuk rumah sakit, memilih Alat Hemodialisa dan penyedia yang dapat memberikan pelatihan, layanan purna jual, serta dukungan teknis adalah investasi untuk keselamatan pasien.

Hemodialisis dan pilihan bagi pasien GGA

Pada pasien GGA yang hemodinamik stabil, Hemodialisis intermiten (IHD) dapat dijalankan. Pasien kritis yang tidak stabil sering lebih aman dikelola dengan CRRT yang lebih lambat dan stabil hemodinamik. Keputusan modalitas harus disesuaikan oleh tim nefrologi dan ICU.

Penutup: tindakan yang direkomendasikan

  • Untuk pengurus dan direktur rumah sakit: pastikan ada protokol deteksi dini Ganguan Ginjal, peralatan monitoring (kreatinin, pencatatan output urine), dan akses ke Alat Hemodialisa berkualitas serta pelatihan staf.

  • Untuk dokter dan tenaga medis: gunakan kriteria klinis (kreatinin, urine output) untuk diagnosis GGA, staging menurut KDIGO, dan rujuk dini ke nefrologi bila ada indikasi TPG. 


Hubungi Kami / Pesan Alat Hemodialisis

Head Office: PT. Lumintu Aneka Sumber, Kompleks Grama Puri Blok F3 No.5 Jln. H. Bosih Wanasari – Cibitung – BEKASI
Kontak Kami:
HP: (021) 89537809
WA: 089654717551
E-mail: admlumintuanekasumber@gmail.com

Website Utama : https://lumintuanekasumber.com/

Butuh Mesin Hemodialisis (Cuci Darah) dan Alat Hemodialisa berkualitas untuk fasilitas Anda? Hubungi PT. Lumintu Aneka Sumber sekarang — kami menyediakan mesin, dukungan teknis, dan pelatihan operasional untuk membantu Rumah Sakit dan klinik Anda memberikan standar mutu pelayanan hemodialisis yang aman dan efektif. Pesan sekarang dan tingkatkan kapasitas layanan ginjal di institusi Anda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Nutrisi Pasien Hemodialisa — Meningkatkan Kualitas Hidup

  Hemodialisa Hemodialisa adalah intervensi hidup yang menyelamatkan pasien dengan penyakit ginjal kronis stadium akhir. Namun, selain keter...