Platform edukasi kesehatan yang membahas alat medis, perawatan pasien, dan informasi seputar hemodialisa. Dikelola oleh Lumintu Aneka Sumber sebagai bentuk kontribusi dalam penyebaran informasi medis yang terpercaya dan mudah dipahami masyarakat.

Senin, 20 Oktober 2025

Apa itu Hemodialisa dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Hemodialisa merupakan salah satu terapi pengganti ginjal yang dilakukan ketika fungsi ginjal tidak lagi mampu menyaring darah secara optimal. Terapi ini umumnya diberikan kepada pasien dengan penyakit ginjal kronis stadium lanjut, baik sebagai pengobatan jangka panjang maupun sebagai penanganan ketika terjadi gagal ginjal akut.

Bagi pasien baru, istilah “cuci darah” sering kali terdengar menakutkan. Namun pada kenyataannya, hemodialisa adalah prosedur medis yang telah terstandarisasi, aman, dan dijalankan di bawah pengawasan tenaga kesehatan profesional. Tujuan utamanya adalah membantu tubuh membuang zat sisa metabolisme, cairan berlebih, dan racun yang tidak dapat lagi dikelola oleh ginjal.


Mengapa Pasien Membutuhkan Hemodialisa?

Ginjal memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan cairan, elektrolit, dan kebersihan darah. Ketika ginjal mengalami kerusakan berat, kemampuan ini menurun secara signifikan sehingga racun menumpuk dalam tubuh. Kondisi tersebut dapat menyebabkan kelelahan ekstrem, mual, sesak napas, gangguan irama jantung, hingga berisiko mengancam nyawa.

Hemodialisa bekerja menggantikan sebagian fungsi ginjal dengan cara menyaring darah pasien menggunakan mesin dan dialyzer (filter khusus). Dengan dilakukannya terapi ini secara rutin, kualitas hidup pasien dapat terjaga, gejala dapat dikendalikan, dan komplikasi serius dapat dicegah.


Kapan Hemodialisa Diperlukan?

Keputusan untuk memulai hemodialisa ditentukan oleh dokter spesialis penyakit dalam (konsultan ginjal-hipertensi / nefrolog). Beberapa kondisi umum yang menjadi indikasi terapi ini antara lain:

  • Fungsi ginjal menurun hingga <15% (stadium 5)
  • Kadar ureum dan kreatinin meningkat signifikan
  • Timbul gejala klinis seperti bengkak, sesak, atau mual berkepanjangan
  • Gangguan elektrolit yang tidak dapat dikendalikan
  • Penumpukan cairan dalam tubuh yang membahayakan

Tidak semua pasien gagal ginjal langsung menjalani hemodialisa. Pada fase awal, terapi obat dan diet ketat mungkin masih cukup. Namun ketika kerusakan ginjal sudah tidak dapat dipulihkan, hemodialisa menjadi terapi yang paling efektif untuk mempertahankan fungsi tubuh.

Bagaimana Proses Hemodialisa Berjalan?

Secara sederhana, hemodialisa bekerja dengan cara “menyaring” darah menggunakan mesin khusus. Darah pasien dialirkan keluar tubuh melalui selang (bloodline), lalu melewati dialyzer, kemudian dibersihkan dan dikembalikan lagi ke tubuh. Proses ini menggantikan fungsi ginjal yang sudah menurun.

Biasanya, satu kali hemodialisa berlangsung sekitar 4–5 jam, dan dilakukan 2–3 kali dalam seminggu, tergantung kondisi pasien.


1. Persiapan sebelum tindakan

Sebelum mesin dinyalakan, perawat akan memeriksa:

  • tekanan darah
  • berat badan kering (dry weight)
  • kondisi akses vaskuler (fistula / graft / kateter)
  • keluhan pasien hari itu

Setelah aman, jarum atau konektor dipasang dan darah dialirkan ke mesin.


2. Proses penyaringan darah

Di dalam mesin, darah melewati dialyzer—sering disebut “ginjal buatan.”
Dialyzer memiliki serat-serat halus yang berfungsi sebagai membran untuk memisahkan limbah dan kelebihan cairan.

Zat yang dibersihkan meliputi:

  • ureum
  • kreatinin
  • elektrolit berlebih
  • cairan tubuh berlebih

3. Cairan dialisat

Selain darah, ada cairan khusus bernama dialisat, yang membantu menarik kotoran dari darah. Komposisinya disesuaikan dengan kebutuhan pasien, misalnya kadar natrium, bikarbonat, atau kalium.


4. Pengembalian darah ke tubuh

Setelah disaring, darah yang sudah bersih dikembalikan ke tubuh melalui selang yang sama. Proses ini dilakukan terus-menerus sampai sesi dialisa selesai.


Peralatan yang Umum Digunakan Dalam Hemodialisa

Nama AlatFungsi UtamaKeterangan
DialyzerMenyaring darahDisebut juga ginjal buatan
Bloodline SetJalur aliran darahSelang steril sekali pakai
Mesin DialiserMengontrol prosesKecepatan aliran, tekanan, cairan
DialisatCairan pembersihMengikat zat limbah
HeparinObat anti-bekuMencegah penggumpalan darah
AV Fistula/Graft/KateterAkses pembuluh darahTempat keluarnya darah

Standar Keamanan dan Sterilisasi

Karena darah mengalir langsung melalui mesin dan peralatan, semua komponen harus:

  • steril
  • sekali pakai (untuk set darah)
  • mengikuti standar kesehatan Kemenkes
  • dicek sebelum dan sesudah tindakan

Tenaga kesehatan juga memantau tekanan darah dan kondisi pasien secara berkala selama prosedur berlangsung.

Perawatan Setelah Dialisa & Edukasi untuk Pasien

Setelah sesi hemodialisa selesai, tekanan darah dan kondisi fisik pasien kembali diperiksa. Bila stabil, jarum dilepas dan area tusukan dibalut untuk mencegah perdarahan.

Kadang pasien merasa lelah, pusing ringan, atau mengantuk. Itu adalah reaksi yang masih dianggap normal karena tubuh baru saja mengalami penyaringan cairan dalam jumlah cukup besar.


Hal yang perlu diperhatikan setelah dialisa

  • Istirahat sejenak sebelum berdiri atau berjalan jauh
  • Jangan menggaruk atau menekan akses fistula
  • Pastikan balutan tetap bersih dan kering
  • Laporkan jika ada perdarahan, pembengkakan, atau denyut berlebihan

Edukasi gaya hidup untuk pasien hemodialisa

  1. Jaga jumlah cairan Pasien biasanya dianjurkan membatasi minum sesuai target dokter, agar cairan tidak menumpuk dan membuat sesak.

  2. Pilih makanan rendah garam Garam dapat meningkatkan tekanan darah dan retensi cairan.

  3. Batasi makanan tinggi kalium Misalnya pisang, alpukat, jeruk, dan tomat — penting untuk menjaga keseimbangan elektrolit tubuh.

  4. Rutin kontrol Hemodialisa bukan sekadar tindakan mesin, tetapi bagian dari manajemen kesehatan menyeluruh.


Mengapa Edukasi Hemodialisa Itu Penting?

Banyak pasien baru merasa cemas dan bingung ketika pertama kali menjalani dialisa. Dengan edukasi yang tepat, pasien bisa:

  • merasa lebih tenang
  • memahami proses yang sedang terjadi
  • ikut menjaga akses vaskuler
  • memiliki kualitas hidup lebih baik

Pasien yang teredukasi biasanya lebih patuh terhadap pola makan dan jadwal dialisa, sehingga hasil kesehatannya juga lebih baik.


Peran Penyedia Alat Medis dalam Keamanan Dialisa

Selain tenaga kesehatan, peralatan yang digunakan juga sangat menentukan kenyamanan dan keamanan pasien. Dialyzer, bloodline set, mesin, dan komponen lain harus memenuhi standar kualitas medis.

Di sinilah peran perusahaan penyedia alat kesehatan yang terpercaya menjadi penting.

PT Lumintu Aneka Sumber merupakan perusahaan penyedia alat bantu medis termasuk kebutuhan hemodialisa dan layanan edukasi pasien.
Kami berkomitmen mendukung fasilitas kesehatan dan pasien dengan produk yang aman, sesuai standar, dan mudah dijangkau.

Anda dapat mengunjungi website utama di:
👉 lumintuanekasumber.com


Penutup

Hemodialisa adalah terapi penyaring darah bagi pasien dengan gangguan fungsi ginjal. Meskipun dilakukan secara rutin, prosedur ini aman ketika dijalankan dengan peralatan yang sesuai standar dan tenaga kesehatan terlatih.

Dengan pemahaman yang baik, pasien dan keluarga dapat beradaptasi lebih cepat, merasa lebih siap, dan menjalani hidup yang tetap produktif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Nutrisi Pasien Hemodialisa — Meningkatkan Kualitas Hidup

  Hemodialisa Hemodialisa adalah intervensi hidup yang menyelamatkan pasien dengan penyakit ginjal kronis stadium akhir. Namun, selain keter...